Manfaat Strawberry sebagai Kandungan Skincare, Sudah Tahu Belum?

Strawberry atau stroberi bukan hanya buah yang memiliki rasa manis dan menyegarkan. Buah berwarna merah ini juga dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menarik perhatian dalam dunia kosmetik dan skincare.

Saat ini, ekstrak strawberry mulai digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, mulai dari masker, serum, moisturizer, lip care, hingga produk body care.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat strawberry menarik untuk dijadikan kandungan skincare?

Salah satu alasannya adalah kandungan vitamin C, polifenol, flavonoid, anthocyanin yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut berpotensi membantu melindungi kulit dari efek stres oksidatif akibat faktor lingkungan.

Apa Kandungan Aktif dalam Strawberry?

Strawberry (Fragaria × ananassa) mengandung berbagai senyawa bioaktif. Beberapa di antaranya adalah vitamin C, anthocyanin, flavonoid, dan senyawa fenolik.

Vitamin C dikenal sebagai salah satu antioksidan yang banyak digunakan dalam produk skincare. Sementara itu, anthocyanin & polifenol merupakan kelompok senyawa yang juga memiliki aktivitas antioksidan.

Komposisi tersebut membuat ekstrak strawberry menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu bahan dalam formulasi skincare.

1. Kaya Antioksidan

Salah satu manfaat paling menarik dari strawberry untuk skincare adalah aktivitas antioksidannya. Kulit setiap hari terpapar berbagai faktor lingkungan seperti sinar UV dan polusi. Paparan tersebut dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang berkontribusi terhadap stres oksidatif.

Antioksidan membantu melawan efek radikal bebas tersebut. Penelitian terhadap ekstrak strawberry menunjukkan bahwa buah ini memiliki kandungan polifenol, anthocyanin, dan vitamin yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidannya.

Karena itu, ekstrak strawberry berpotensi menjadi salah satu ingredient untuk produk skincare yang mengusung konsep antioxidant care.

2. Berpotensi Membantu Melindungi Kulit dari Efek UV

Sinar ultraviolet merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel kulit. Menariknya, penelitian terhadap fibroblas manusia menunjukkan bahwa ekstrak strawberry memiliki aktivitas fotoprotektif terhadap paparan UVA pada model sel. Ekstrak strawberry dalam penelitian tersebut dikaitkan dengan peningkatan viabilitas sel dan penurunan kerusakan DNA akibat UVA.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa ekstrak strawberry bukan pengganti sunscreen. Studi tersebut merupakan penelitian pada sel, sehingga hasilnya belum bisa disamakan dengan efektivitas sunscreen pada manusia.

Jadi, strawberry lebih tepat dipandang sebagai bahan pendukung antioksidan, bukan sebagai bahan utama perlindungan UV ya.

3. Berpotensi Mendukung Perawatan Anti-Aging

Karena memiliki kandungan antioksidan, strawberry berpotensi digunakan dalam formulasi skincare dengan konsep anti-aging.

Menariknya, penelitian dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan formulasi topikal yang mengandung kombinasi ekstrak strawberry, kulit pomelo, dan kulit langsat. Penelitian tersebut mengevaluasi aktivitas antioksidan, anti-tirosinase, dan anti-elastase dari sediaan gel dan krim secara in vitro.

Hasil seperti ini menunjukkan bahwa ekstrak strawberry memiliki potensi untuk dikembangkan dalam formulasi kosmetik yang berorientasi pada perawatan tanda-tanda penuaan.

4. Dapat Dikembangkan untuk Produk Lip Care

penggunaan strawberry dalam kosmetik tidak terbatas pada skincare wajah.

Penelitian di Indonesia juga telah mengembangkan lip cream dengan ekstrak strawberry sebagai sumber pewarna alami sekaligus antioksidan. Formulasi tersebut menggunakan ekstrak Fragaria × ananassa dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan seperti pH, daya sebar, dan daya lekat.

Hal ini menunjukkan bahwa strawberry juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ingredient dalam produk lip caredan dekoratif, bukan hanya serum atau moisturizer.

Apakah Strawberry Cocok untuk Semua Jenis Kulit?

Ekstrak strawberry dapat menjadi salah satu pilihan bahan dalam berbagai formulasi kosmetik. Namun, kecocokan suatu produk tetap bergantung pada keseluruhan formula dan kondisi kulit masing-masing individu.

Selain bahan aktif, konsentrasi ekstrak, jenis pelarut, sistem pengawet, pH, stabilitas, serta kombinasi dengan ingredient lainnya dapat memengaruhi karakteristik dan performa produk.

Karena itu, “mengandung strawberry” tidak otomatis berarti sebuah produk cocok untuk semua orang.

Jika memiliki kulit sensitif atau mudah mengalami reaksi terhadap produk kosmetik, sebaiknya lakukan patch test sebelum menggunakan produk baru ya.

Strawberry: Bahan Alami dengan Potensi untuk Industri Skincare

Popularitas bahan alami dalam industri kosmetik terus meningkat. Konsumen kini tidak hanya mencari produk dengan klaim menarik, tetapi juga semakin memperhatikan kandungan dan manfaat ingredient yang digunakan.

Strawberry menjadi salah satu bahan yang menarik karena memiliki kombinasi vitamin, polifenol, flavonoid, dan anthocyanin yang dapat mendukung pengembangan produk dengan konsep antioxidant, brightening, dan anti-aging.

Namun, kualitas sebuah produk tidak ditentukan oleh satu bahan saja. Formulasi yang tepat, stabilitas bahan aktif, keamanan, serta proses produksi juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan kosmetik berkualitas ya.

REFERENSI

CIskandar, B., Desion, A. Z., & Anggraini, D. (2025). Inovasi lip cream ekstrak stroberi (Fragaria × ananassa): Optimasi beeswax dan castor oil sebagai antioksidan alami pelembab bibir. Majalah Farmasetika. https://www.researchgate.net/publication/398432599_

Lukitaningsih, E., Saputro, A. H., Widiasri, M., Khairunnisa, N., Prabaswari, N., & Kuswahyuningsih, R. (2021). In vitro antiaging analysis of topical pharmaceutical preparation containing mixture of strawberry fruit, pomelo peel, and langsat fruit extracts. Indonesian Journal of Chemometrics and Pharmaceutical Analysis. https://journal.ugm.ac.id/v3/IJCPA/article/view/603?utm_source

Markiewicz, A., Zasada, M., Erkiert-Polguj, A., Wieckowska-Szakiel, M., & Budzisz, E. (2019). An evaluation of the antiaging properties of strawberry hydrolysate treatment enriched with L-ascorbic acid applied with microneedle mesotherapy. Journal of Cosmetic Dermatology, 18(1), 129–135. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29663691/

Gasparrini, M., Forbes-Hernandez, T. Y., Afrin, S., Alvarez-Suarez, J. M., González-Paramás, A. M., Santos-Buelga, C., Bompadre, S., Quiles, J. L., Mezzetti, B., & Giampieri, F. (2015). A pilot study of the photoprotective effects of strawberry-based cosmetic formulations on human dermal fibroblasts. International Journal of Molecular Sciences, 16(8), 17870–17884. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4581226/?utm_source

Giampieri, F., Alvarez-Suarez, J. M., Tulipani, S., Gonzàles-Paramàs, A. M., Santos-Buelga, C., Bompadre, S., Quiles, J. L., Mezzetti, B., & Battino, M. (2012). Photoprotective potential of strawberry (Fragaria × ananassa) extract against UV-A irradiation damage on human fibroblasts. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 60(9), 2322–2327. https://pubs.acs.org/jafcau/article-abstract/60/9/2322/1354985/Photoprotective-Potential-of-Strawberry-Fragaria?redirectedFrom=fulltext

Operational Hours

Monday – Saturday

08.00 – 17.00

PT Her Bayu Inti, Pergudangan Surya Kadu,

Jln Telesonik Raya 10, Blok F6, Curug,

Kec. Jatiuwung, Kab. Tangerang,

Tangerang, Banten 15810

Copyright 2025 herbayuinti.com. All Rights Reserved Powered by Resolusiweb.com.