Aneka Macam Bentuk Tekstur pada Skincare, Kulit Kamu Cocok dengan yang Mana?

Pernah merasa skincare yang digunakan oleh teman kamu terasa ringan dan nyaman, tetapi ketika digunakan sendiri justru terasa lengket atau membuat wajah semakin berminyak?

Hal tersebut sebenarnya cukup wajar. Salah satu alasannya adalah tekstur atau bentuk sediaan skincare.

Saat ini, produk skincare hadir dalam berbagai tekstur, mulai dari water-based, gel, lotion, cream, balm, hingga oil. Setiap tekstur memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memberikan sensasi serta fungsi yang berbeda pula pada kulit kamu lho.

Menariknya, tekstur yang paling mahal atau paling populer belum tentu paling cocok untuk kulit kamu. Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan, dan formulasi produknya ya.

Lalu, apa saja jenis tekstur skincare yang umum digunakan?

1. Water-Based atau Essence

Tekstur water-based umumnya memiliki konsistensi yang sangat cair dan ringan, menyerupai air. Jenis tekstur ini banyak ditemukan pada toner, essence, facial mist, dan beberapa serum. Karena terasa ringan dan mudah diratakan, tekstur water-based biasanya disukai oleh pemilik kulit yang tidak nyaman dengan produk berat atau lengket.

Namun, tekstur yang cair bukan berarti produknya otomatis lebih efektif. Performa skincare tetap dipengaruhi oleh bahan aktif, konsentrasi, stabilitas, dan keseluruhan formulasi

2. Gel

Tekstur gel biasanya terasa ringan, dingin, dan mudah menyebar ketika diaplikasikan. Gel banyak digunakan pada produk untuk kulit berminyak atau kombinasi karena memberikan sensasi ringan tanpa rasa terlalu “berat” di wajah.

Formulasi gel juga dapat digunakan untuk membawa bahan aktif tertentu. Penelitian formulasi dari Universitas Gadjah Mada, misalnya, menunjukkan bahwa ekstrak bahan alami dapat dikembangkan dalam bentuk sediaan gel dengan penggunaan bahan pembentuk gel tertentu.

Cocok untuk: kulit berminyak, kombinasi, atau pengguna yang menyukai sensasi ringan.

3. Gel Cream

Kalau kamu ingin mendapatkan sensasi ringan dari gel tetapi tetap membutuhkan kelembapan seperti cream, gel cream bisa menjadi pilihan. Teksturnya biasanya berada di antara gel dan cream: tidak secair gel, tetapi juga tidak seberat cream.

Jenis formulasi ini semakin populer karena mampu memberikan sensasi ringan sekaligus membantu menjaga hidrasi kulit. Bahkan penelitian klinis terhadap formulasi moisturizer berbasis gel menunjukkan bahwa formulasi tertentu dapat meningkatkan hidrasi dan fungsi barrier kulit.

Cocok untuk: kulit normal, kombinasi, hingga kulit yang membutuhkan hidrasi tetapi tidak menyukai cream yang terlalu berat.

4. Lotion

Lotion umumnya memiliki tekstur yang lebih cair dibandingkan cream sehingga mudah diratakan pada kulit. Dalam formulasi kosmetik, lotion umumnya berbentuk emulsi dan dapat dirancang dengan perbandingan fase minyak dan air yang berbeda sesuai tujuan produk.

Karena karakteristiknya cukup fleksibel, lotion banyak digunakan untuk produk wajah maupun body care. Tekstur ini bagus untuk kulit normal, kombinasi, hingga kulit kering ringan, tergantung formulanya ya.

5. Cream

Cream memiliki tekstur lebih kental dibandingkan lotion dan umumnya memberikan rasa lebih emolien pada kulit. Cream dapat diformulasikan menggunakan kombinasi humektan, emolien, dan occlusive untuk membantu meningkatkan hidrasi serta mengurangi kehilangan air dari kulit.

Karena itu, cream sering menjadi pilihan bagi pemilik kulit kering atau kulit yang membutuhkan kelembapan lebih tinggi. Namun, bukan berarti kulit berminyak tidak boleh menggunakan cream. Formula cream yang ringan dan non-comedogenic tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan kulit.

6. Balm atau Ointment

Balm memiliki tekstur yang jauh lebih padat dan umumnya memiliki kandungan minyak atau bahan oklusif yang lebih tinggi. Tekstur seperti ini membantu membentuk lapisan pada permukaan kulit sehingga dapat mengurangi kehilangan air.

Karena sifatnya lebih occlusive, balm biasanya lebih cocok untuk area yang sangat kering atau produk seperti lip balm, cleansing balm, dan intensive moisturizer. Namun, bagi pemilik kulit berminyak, tekstur seperti ini mungkin terasa terlalu berat untuk digunakan pada seluruh wajah.

7. Facial Oil

Berbeda dengan tekstur berbasis air, facial oil menggunakan minyak sebagai komponen utama. Facial oil dapat memberikan efek emolien dan membantu membuat permukaan kulit terasa lebih lembut.

Namun, pemilihan jenis minyak tetap penting karena karakteristik setiap minyak berbeda. Selain itu, penggunaan facial oil sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan produk lain dalam rutinitas skincare.

Jadi, Tekstur Mana yang Paling Cocok?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang.

Secara sederhana, kamu bisa menggunakan panduan berikut:

Jenis KulitTekstur yang Bisa Dipertimbangkan
BerminyakGel, gel cream, lotion ringan
KombinasiGel, gel cream, lotion
NormalLotion, gel cream, cream
KeringCream, balm, oil
Sangat keringCream kaya emolien, balm, ointment

Namun, tabel tersebut bukan aturan mutlak ya~

Kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi, sedangkan kulit kering tidak selalu membutuhkan produk yang sangat berat. Yang paling penting adalah memilih formulasi yang nyaman, sesuai kebutuhan kulit, dan tidak mengganggu skin barrier.

Tekstur Bukan Sekadar Soal “Enak Dipakai”

Dalam industri kosmetik, tekstur bukan hanya persoalan sensasi ketika produk diaplikasikan. Pemilihan vehicle atau bentuk sediaan dapat memengaruhi stabilitas produk, penyebaran pada kulit, waktu kontak, pelepasan bahan aktif, hingga kenyamanan konsumen saat menggunakannya. Karena itu, formulasi produk perlu dirancang berdasarkan tujuan dan karakteristik bahan yang digunakan.

Inilah mengapa dua produk dengan bahan aktif yang sama belum tentu memberikan pengalaman penggunaan yang sama.

Formulasi yang tepat adalah kombinasi antara bahan aktif, vehicle, stabilitas, keamanan, dan pengalaman konsumen.

REFERENSI

Zulkarnain, A. K., Ichsani, C. N., & Judiantoro, C. L. (2023). Physical properties and stability of grapeseed oil (Vitis vinifera L.) skincare formula with gelling agent combination of Na-CMC-Carbopol and HPMC-Carbopol. Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy. https://jurnal.ugm.ac.id/v3/IJPTher/article/view/8279?utm_source

Siegenthaler, S., et al. (2021). Vehicles for drug delivery and cosmetic moisturizers: Review and comparison. Pharmaceutics, 13(12), https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34959294/

Lee, C., Bajor, J., Moaddel, T., et al. (2019). Principles of moisturizer product design. Journal of Drugs in Dermatology, 18(1 Suppl), s89–s95. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30681817/

Mayba, J. N., & Gooderham, M. J. (2018). A guide to topical vehicle formulations. Journal of Cutaneous Medicine and Surgery, 22(2), 207–212. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29137492/

Operational Hours

Monday – Saturday

08.00 – 17.00

PT Her Bayu Inti, Pergudangan Surya Kadu,

Jln Telesonik Raya 10, Blok F6, Curug,

Kec. Jatiuwung, Kab. Tangerang,

Tangerang, Banten 15810

Copyright 2025 herbayuinti.com. All Rights Reserved Powered by Resolusiweb.com.