Beberapa tahun terakhir, industri skincare sempat dipenuhi dengan berbagai macam tren ingredient. Mulai dari niacinamide, retinol, vitamin C, peptide, ceramide, PDRN, fermented ingredients, hingga berbagai botanical ingredients. Semakin banyak ingredient yang dikenal konsumen, semakin banyak pula produk yang bermunculan dengan klaim kandungan yang beragam.
Namun, memasuki 2026 hingga menuju 2027, muncul sebuah perubahan menarik: konsumen mulai tidak hanya mencari ingredient yang populer, tetapi juga mulai mempertanyakan apakah setiap ingredient benar-benar diperlukan. Inilah yang kemudian mendorong tren skinimalism dan functional minimalism dalam industri skincare.
Lalu, seperti apa arah tren ingredient skincare di 2027?
Apa Itu Minimalist Skincare?
Minimalist skincare atau skinimalism pada dasarnya merupakan pendekatan yang mengutamakan penggunaan produk yang lebih sedikit, tetapi dipilih berdasarkan kebutuhan kulit. Artinya, konsumen tidak lagi menganggap bahwa semakin banyak produk atau semakin panjang daftar ingredient berarti semakin bagus.
Tren ini justru mengarah pada produk yang memiliki fungsi jelas, formula lebih terarah, dan memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Perkembangan tren skinimalism pada 2026 juga menunjukkan pergeseran dari sekadar “mengurangi jumlah produk” menjadi memilih produk yang lebih efektif dan memiliki tujuan yang jelas.
Kenapa Tren Ini Bisa Semakin Besar di 2027?
Salah satu alasannya adalah consumer fatigue. Bayangkan konsumen harus menggunakan cleanser, toner, essence, serum vitamin C, serum niacinamide, serum peptide, moisturizer, sleeping mask, eye cream, dan berbagai produk lainnya.
Bagi sebagian konsumen, rutinitas tersebut justru terasa semakin rumit. Selain membutuhkan waktu dan biaya lebih besar, penggunaan terlalu banyak produk aktif secara bersamaan juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit tertentu.
Karena itu, konsumen mulai mencari produk yang lebih sederhana tetapi tetap memberikan manfaat. Tren industri ingredient saat ini bahkan mulai mengarah pada multifunctional ingredients, yaitu bahan yang mampu memberikan lebih dari satu manfaat dalam sebuah formulasi
1. Ingredient Multifungsi Akan Semakin Diminati
Daripada menggunakan banyak produk untuk kebutuhan berbeda, konsumen akan semakin tertarik pada formula yang mampu memberikan beberapa manfaat sekaligus. Misalnya, satu produk moisturizer yang tidak hanya berfungsi sebagai pelembap, tetapi juga mendukung skin barrier dan memberikan perlindungan antioksidan.
Konsepnya sederhana: Lebih sedikit produk, tetapi lebih banyak fungsi. Bagi brand skincare, pendekatan ini juga membuka peluang untuk membuat produk yang lebih praktis dan memiliki value proposition yang lebih kuat.
2. Barrier-Friendly Skincare Tetap Menjadi Prioritas
Tren minimalist skincare tidak berarti konsumen akan berhenti menggunakan active ingredients. Justru sebaliknya. Ingredient seperti ceramide, panthenol, glycerin, hyaluronic acid, dan berbagai bahan pendukung skin barrier kemungkinan tetap memiliki tempat penting dalam formulasi.
Bedanya, pendekatannya akan semakin mengarah pada “active but gentle.” Artinya, produk tetap ditujukan untuk memberikan manfaat tertentu, tetapi formulanya juga memperhatikan kenyamanan dan toleransi kulit. Hal ini sejalan dengan berkembangnya pendekatan barrier-first skincare dalam tren skinimalism.
3. Ingredient dengan Banyak Manfaat Akan Semakin Menarik
Bayangkan satu ingredient yang tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, tetapi juga membantu mendukung skin barrier dan memberikan manfaat soothing. Ingredient seperti ini menjadi semakin menarik dalam konsep formulasi minimalis.
Bukan berarti semua produk harus menggunakan sesedikit mungkin ingredient. Yang lebih penting adalah setiap ingredient memiliki alasan keberadaan yang jelas ya.
Inilah yang dimaksud dengan functional minimalism: bukan sekadar membuat daftar ingredient menjadi pendek, tetapi memastikan ingredient yang digunakan benar-benar memberikan kontribusi terhadap performa formula.
4. Produk Multifungsi Akan Semakin Berkembang
Konsep minimalis juga dapat mendorong munculnya lebih banyak produk hybrid nih. Contohnya:
- Serum + moisturizer
- Moisturizer + barrier treatment
- Sunscreen + moisturizer
- Toner + essence
- Body lotion + brightening treatment
Produk seperti ini memungkinkan konsumen mendapatkan beberapa manfaat dalam satu langkah. Namun, tantangan bagi formulator adalah memastikan setiap fungsi tersebut tetap bekerja dengan baik tanpa membuat formula menjadi terlalu kompleks.
Jadi, Bagaimana Tren Ingredient Skincare di 2027?
Kalau melihat perkembangan tren di 2026, 2027 bukan akan menjadi era “semakin sedikit ingredient, semakin bagus.”
Justru yang lebih mungkin terjadi adalah: “Less ingredient, more purpose.” Bahan yang digunakan harus memiliki fungsi jelas. Produk harus memiliki tujuan yang mudah dipahami. Formula harus nyaman digunakan. Dan yang paling penting, konsumen harus merasa bahwa produk tersebut memang memberikan manfaat yang relevan.
Dengan kata lain, minimalis bukan berarti sederhana dalam teknologi formulasi. Sebuah produk dengan tampilan sederhana dan hanya memiliki beberapa hero ingredient justru bisa membutuhkan proses R&D yang lebih matang untuk memastikan setiap komponen bekerja secara optimal~
Apa Artinya bagi Brand Skincare?
Bagi pemilik brand, tren ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Jangan hanya mengejar ingredient yang sedang viral. Mulailah dengan pertanyaan: “Masalah kulit apa yang ingin kita selesaikan?”
Setelah itu, tentukan ingredient yang relevan, kombinasikan dengan tepat, lalu kembangkan formula yang memberikan pengalaman penggunaan yang baik. Dengan pendekatan seperti ini, brand tidak hanya menjual ingredient, tetapi menjual solusi.
REFERENSI
Personal Care Insights. (2026). Science-led minimalism shapes future sustainable skin care. Personal Care Insights. https://www.personalcareinsights.com/news/minimalist-sustainable-skincare-biotech.html?utm_source=chatgpt.com
Alves, E. (2026). Multifunctional cosmetic ingredients: The growing power of innovation in personal care. HPC Today. https://www.hpc-today.com/articles/multifunctional-cosmetic-ingredients/?utm_source=chatgpt.com
O&3. (2026). 2026 Trend Report Ingredient Spotlight – Functional Minimalism. https://www.oand3.com/stories/2026-trend-report-ingredient-spotlight-functional-minimalism/?utm_source=chatgpt.com
American Academy of Dermatology Association. (2024). Skin care basics. American Academy of Dermatology Association.
Draelos, Z. D. (2018). Cosmetic dermatology: Products and procedures. Wiley-Blackwell.
Barel, A. O., Paye, M., & Maibach, H. I. (Eds.). (2014). Handbook of Cosmetic Science and Technology (4th ed.). CRC Press.
