Bagi kamu yang ingin memiliki brand skincare atau kosmetik sendiri, mungkin pernah mendengar istilah OEM dan ODM. Kedua istilah ini sering muncul dalam dunia maklon skincare dan kosmetik lho. Tetapi masih banyak orang yang menganggap keduanya sama. Padahal, memilih sistem kerja yang kurang sesuai dapat memengaruhi biaya, waktu peluncuran produk, tingkat eksklusivitas, hingga strategi jangka panjang sebuah brand lho!
Lalu, apa sih perbedaan OEM dan ODM? Dan mana yang lebih cocok untuk brand kamu? Yuk simak lebih lanjut!
Apa itu OEM?
OEM merupakan singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Dalam sistem OEM, brand owner memiliki ide, spesifikasi, atau formula produk yang ingin dibuat, kemudian pabrik bertugas memproduksi produk tersebut sesuai permintaan.
Secara sederhana kamu memiliki konsep atau formula, pabrik membantu memproduksinya. Model ini biasanya dipilih oleh brand yang ingin memiliki produk dengan karakteristik khusus atau formula yang lebih eksklusif. OEM juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menentukan bahan aktif, tekstur, aroma, warna, hingga performa produknya nih.
Sebagai contoh, kamu ingin membuat serum dengan kombinasi bahan aktif tertentu yang tidak umum di pasaran. Tim R&D akan membantu mengembangkan formula tersebut hingga menjadi produk jadi.
Apa itu ODM?
ODM adalah singkatan dari Original Design Manufacturer. Berbeda dengan OEM, pada sistem ODM, pabrik telah memiliki formula yang sudah dikembangkan sebelumnya. Brand owner cukup memilih produk yang tersedia, menentukan kemasan, desain, dan nama merek.
Sederhananya begini, pabrik menyediakan formula, kamu fokus pada branding dan pemasaran. Karena tidak perlu memulai pengembangan formula dari awal, proses ODM umumnya lebih cepat dan biaya awalnya lebih efisien. Sistem ini banyak dipilih oleh brand baru yang ingin segera masuk ke pasar.
Perbedaan OEM dan ODM
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan sederhananya:
| Aspek | OEM | ODM |
|---|---|---|
| Formula | Dikembangkan sesuai kebutuhan brand | Formula sudah tersedia |
| Tingkat kustomisasi | Tinggi | Terbatas |
| Waktu peluncuran | Lebih lama | Lebih cepat |
| Biaya pengembangan | Lebih tinggi | Lebih efisien |
| Eksklusivitas | Lebih tinggi | Tergantung tingkat modifikasi |
| Cocok untuk | Brand yang ingin diferensiasi | Brand baru atau validasi pasar |
Apakah OEM Selalu Lebih Baik dari ODM?
Belum tentu ya~
OEM dan ODM bukan tentang mana yang lebih baik, tetapi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Jika tujuan kamu adalah cepat masuk pasar dan menguji produk, ODM bisa menjadi pilihan yang efisien. Namun jika kamu ingin membangun diferensiasi produk yang kuat dalam jangka panjang, OEM dapat menjadi investasi yang menarik nih.
Bahkan dalam praktiknya, banyak brand menggunakan pendekatan kombinasi. Misalnya:
- Produk utama menggunakan OEM
- Produk pendukung menggunakan ODM
Dengan strategi ini, brand dapat menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keunikan produk.
Selain OEM dan ODM, Apa Itu Maklon?
Di Indonesia, istilah maklon sering digunakan sebagai layanan produksi yang mencakup berbagai sistem kerja, termasuk OEM maupun ODM. Selain produksi, perusahaan maklon umumnya juga membantu:
- Riset dan pengembangan formula
- Pemilihan bahan baku
- Desain kemasan
- Registrasi BPOM
- Sertifikasi halal
- Produksi massal
Karena itu, memilih partner maklon yang tepat menjadi langkah penting dalam membangun brand skincare dan kosmetik.
Her Bayu Inti Siap Membantu Pengembangan Brand kamu
Memilih OEM atau ODM bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagian dari strategi bisnis. Her Bayu Inti (HBI) merupakan perusahaan maklon skincare, kosmetik, PKRT, dan alat kesehatan (Alkes) yang siap membantu brand owner menentukan sistem produksi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnisnya.
Didukung oleh tim Research & Development (R&D), fasilitas produksi yang terstandarisasi, serta quality control yang ketat, HBI membantu proses mulai dari konsultasi, pengembangan formula, legalitas, hingga produksi massal.
Karena setiap brand memiliki kebutuhan yang berbeda. Dan memilih model produksi yang tepat bisa menjadi langkah awal menuju brand yang lebih kuat dan berkelanjutan.
REFERENSI
Alibaba (2026). OEM vs ODM Cosmetics Manufacturing: A Strategic Guide for B2B Buyers. https://seller.alibaba.com/blogs/2026/southeast-asia/beauty-skincare/oem-odm-cosmetics-manufacturing-guide-alibaba-b2b?utm_source
Graminton (2026). OEM vs ODM in Cosmetics: Which Manufacturing Model Fits Your Brand? https://www.graminton.com/?ullm_source
Cheng, X., & Tan, J. D. (2023). The Competitive Advantage of PT UNIHAN in Electronic Manufacturing Industry. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi, 10(3), 1960–1972. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmbi/article/download/49198/44951/126644
